SEPTEMBER 2017 CILACAP INFLASI 0,25 PERSEN

CILACAP – Inflasi sebesar 0,25 persen terjadi di Kota Cilacap pada September 2017 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,12. Inflasi ini lebih tinggi dibandingkan Agustus 2017 yang mengalami deflasi sebesar 0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 131,79.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Cilacap, Toto Desanto, S.Si, M.Si dalam rilisnya menjelaskan, inflasi disebabkan naiknya harga pada kelompok sandang  sebesar 0,48 persen, kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 0,42 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,30 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,19 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,16 persen, dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan inflasi sebesar 0,02 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi berturut-turut dari lima terbesar adalah beras, jeruk, emas perhiasan, rokok kretek filter dan pasir.. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah bawang putih, bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras dan telur ayam ras.

Dari 82 kota IHK Nasional, 6 kota diantaranya berada di Jawa Tengah. Empat kota mengalami inflasi yaitu Kota Semarang sebesar 0,34 persen, Kota Cilacap sebesar 0,25 persen, Kota Tegal sebesar 0,12 persen, Kota Kudus sebesar 0,10 persen. Dua kota lainnya mengalami deflasi yaitu Kota Purwokerto dan Kota Surakarta masing-masing sebesar 0,06 persen.

Laju inflasi Kota Cilacap tahun kalender September 2017 sebesar 3,37 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender September 2016 sebesar 2,08 persen. Dan laju inflasi year on year September 2017 sebesar 4,06 persen lebih tinggi dibandingkan laju inflasi year on year September  2016 sebesar 2,87 persen. (D’Yon_vy)